Dokter merupakan profesi yang mulia. Seorang dokter punya tugas menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa manusia. Tak jarang, mereka kerap mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran, demi membantu orang-orang yang butuh penanganan medis.

Di balik semua itu, profesi dokter juga sering dianggap sebagai profesi yang punya masa depan cerah, sebab penghasilannya terbilang tinggi. Tak heran jika sampai saat ini profesi tersebut selalu masuk dalam daftar pekerjaan dengan pendapatan tertinggi di Indonesia, bahkan di dunia.

Secara keseluruhan, gaji setiap dokter memang berbeda satu sama lain. Tergantung di rumah sakit mana mereka praktik dan apakah mereka dokter umum atau dokter spesialis. Apapun itu, yang jelas, penghasilan dokter punya nilai berkali lipat dari Upah Minimun Provinsi (UMP) di Tanah Air.

Lantas, apakah gaji yang diterima para dokter sudah sesuai dengan apa yang dikerjakan? Tentu saja balik lagi dengan gaya hidup mereka masing-masing, dan bagaimana cara mereka mengelola keuangan.

Dokter punya jadwal yang padat

Layaknya pekerjaan lain pada umumnya, profesi dokter juga punya jadwal yang sangat padat. Mereka harus melayani pasien satu persatu dan memastikan bahwa pelayanan yang telah diberikan benar-benar maksimal. Karena itu, sudah sepantasnya kita memberikan apresiasi yang tinggi atas pengabdian yang telah mereka lakukan selama ini.

Bicara kehidupan dokter, ada hal penting yang sejatinya kerap diabaikan oleh seorang dokter. Mereka terkadang lupa akan pentingnya berinvestasi. Padahal, investasi merupakan langkah cerdas untuk menambah pundi penghasilan, sekaligus mampu menunjang kehidupan mereka di masa yang akan datang, mengingat seorang dokter pun pasti akan mengalami yang namanya masa pensiun.

Pertanyaannya, adakah instrumen investasi yang cocok bagi seorang dokter yang notabene punya jadwal sangat padat?

Tentu saja ada. Instrumen investasi tersebut adalah Peer to Peer (P2P) Lending, pinjam meminjam uang antarperseorangan. Penyelenggara P2P Lending akan mempertemukan pendana dan peminjam dalam sebuah platform berbasis teknologi. Karena Anda berinvestasi, posisi Anda di sini adalah sebagai pihak pendana.

Berinvestasi di sektor P2P Lending sangat fleksibel. Anda bisa berinvestasi kapan pun dan di mana pun sesuai keinginan hanya dengan gadget yang dimiliki. Menariknya, keuntungan yang ditawarkan investasi ini lebih besar dibanding reksa dana atau deposito.

Dari sekian banyak platform P2P Lending yang tersedia saat ini, Anda bisa memilih platform Danain yang memang fokus mencari lender atau pendana dalam skema bisnisnya. Anda tak perlu takut kehilangan dana saat berinvestasi di Danain. Pasalnya, Danain mengharuskan pihak peminjam menyerahkan agunan berupa perhiasan emas atau logam mulia kepada PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra. Jadi, gagal bayar atau keterlambatan bayar tidak jadi bagian dari risiko pihak pendana. Dana Anda benar-benar terjamin secara maksimal.

Baca juga: Marak Penagihan Pinjaman Online Meresahkan, Bagaimana Mekanisme Penagihan di Platform Danain?

Di Danain, imbal hasil yang ditawarkan sangat menggiurkan, minimal 8% up to 120% per tahun. Selain itu, platform Danain juga memungkinkan Anda untuk berinvestasi dalam jangka panjang maupun pendek.

Perlu Anda tahu, tenor pendanaan di Danain maksimal empat bulan, sesuai aturan perusahaan pergadaian. Meski demikian, pihak peminjam dana tetap bisa mengembalikan pinjamannya dalam hitungan hari. Artinya, pendana bisa menikmati keuntungan investasi tersebut dalam hitungan hari pula.

Sementara untuk investasi jangka panjang, pendana disarankan untuk memanfaatkan fitur auto lending yang tersedia. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, dana yang Anda miliki akan ‘bekerja’ secara otomatis, sehingga Anda hanya perlu menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif, setelah peminjam melunasi pinjamannya.

Keuntungan investasi Anda juga akan makin berlipat dengan adanya compounding effect. Penjelasan sederhananya, bunga yang diperoleh dari hasil investasi akan diinvestasikan kembali, sehingga bunga yang dihasilkan akan menghasilkan bunga lagi. Begitu seterusnya hingga dana berkembang secara maksimal.

Ingin tahu lebih jelas tentang compounding effect? Baca: Compounding Effect, ‘Keajaiban Dunia Kedelapan’ yang bisa Bikin Orang jadi Kaya Raya!

Berikut simulasi pendanaan di platform Danain:

Misalnya, Anda melakukan pendanaan di awal sebesar Rp 10.000.000 dan menabungkan uang sebagai tambahaan pokok investasi sebesar Rp 2.000.000 setiap bulan secara rutin selama 5 tahun.

Artinya:

  • Total investasi selama 5 tahun                                 : Rp 130.000.000
  • Keuntungan bunga investasi                                 : Rp 32,831,861
  • Pengembalian Investasi / ROI                                 : 25,26 %
  • Future value (termasuk compounding effect) : Rp 162.831.861

Jadi, dalam 5 tahun, total investasi Anda ditambah dengan compounding effect menjadi: Rp 130.000.000 + Rp 32,831,861 = Rp 162.831.861 (memakai imbal hasil terendah yakni 8% per tahun)

Jumlah tersebut tentu saja bisa bertambah, tergantung seberapa cepat perputaran investasi Anda. Jika dalam prosesnya ternyata pihak peminjam melakukan pelunasan dalam hitungan minggu bahkan hari, imbal hasil yang didapat tentu saja bisa dengan cepat pula diinvestasikan kembali. Dengan begitu, bunga per tahun yang Anda peroleh pun otomatis akan semakin besar.

Jika kita menggunakan angka imbal hasil terbesar di Danain, yaitu 120% per tahun, hasil yang bisa didapat dengan nominal dan jangka waktu investasi yang sama adalah sebagai berikut:

  • Total investasi selama 5 tahun : Rp 130.000.000
  • Keuntungan bunga investasi : Rp 9.591.412.465
  • Pengembalian Investasi / ROI : 7378,01 %
  • Future value (termasuk compounding effect) : Rp 9.721.412.465

Berinvestasi di platform Danain tak akan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda sebagai seorang petugas medis, sebab Anda bisa melakukan pendanaan di waktu senggang. Dengan menerapkan langkah tersebut, Anda bisa mendapatkan dua sumber penghasilan (aktif dan pasif) dalam waktu yang bersamaan.

Ingat, kerja cerdas akan selalu lebih baik daripada kerja keras!