Tak dipungkiri, mahasiswa sangat identik dengan jadwal yang begitu padat. Waktu perkuliahan yang panjang serta banyaknya agenda hangout bersama teman terkadang membuat para mahasiswa kerap mengesampingkan beberapa aspek lain dalam kehidupan, salah satunya sebut saja urusan finansial. Padahal, pada kenyataannya, mahasiswa merupakan sosok yang sedang dalam masa transisi menuju kehidupan yang sebenarnya. Mereka akan bekerja dan dituntut untuk bisa mengatur finansial secara mandiri untuk masa depannya.

Di Indonesia, masih banyak mahasiswa yang kurang peduli dengan pengelolaan keuangan. Banyak dari mereka yang hanya sekadar menghabiskan uang yang diterima dari orang tua, kemudian akan meminta lagi ketika uang tersebut telah habis, begitu seterusnya. Padahal, jika dikelola dengan baik, uang yang dimiliki bisa bermanfaat bagi kehidupannya di kemudian hari. Salah satu langkah yang bisa diterapkan adalah dengan menggunakan uang yang diterima untuk berinvestasi.

Bicara investasi, sebagian mahasiswa akan beranggapan bahwa investasi itu bisa dilakukan di lain waktu, tepatnya ketika sudah bekerja dan sudah mapan atau menjelang usia pensiun. Jika kamu salah satu yang punya anggapan seperti itu, kamu salah besar! Pasalnya, investasi akan lebih baik jika dilakukan sedini mungkin. Investasi sejak masih muda akan membuat keuanganmu jadi lebih sehat dan stabil di masa yang akan datang.

Lalu, investasi apa yang cocok dan menguntungkan buat mahasiswa?

Di era modern seperti sekarang, ada banyak jenis investasi yang bisa kamu pilih sebagai sumber pendapatan. Di antaranya sebut saja saham, obligasi, reksa dana, hingga emas. Meski demikian, jika kamu ingin berinvestasi dengan mudah, aman, sekaligus menguntungkan, Peer to Peer (P2P) Lending bisa jadi jalan keluar.

P2P Lending merupakan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi. Penyelenggara P2P Lending akan mempertemukan pihak peminjam dan pemberi pinjaman dalam sebuah platform yang tersedia. Karena kamu berinvestasi, posisi kamu di sini adalah sebagai pihak pemberi pinjaman.

Secara garis besar, investasi di sektor P2P Lending bisa dibilang sangat relevan bagi mahasiswa seperti kamu yang notabene melek digital. Kenapa? Sebab kamu bisa berinvestasi kapan pun dan di mana pun sesuai keinginan hanya dengan gadget yang dimiliki. Terlebih saat ini sebagian besar platform P2P Lending sudah sangat user friendly, sesuai dengan karakter anak muda yang tidak mau ribet.

Keunggulan investasi di P2P Lending lainnya?

Perlu kamu tahu, investasi di P2P Lending menawarkan imbal hasil yang lebih besar ketimbang reksa dana atau deposito. Tak tanggung-tanggung, ada platform P2P Lending yang mampu berikan keuntungan minimal 8% per tahun, maksimal 120% per tahun. Platform yang dimaksud adalah Danain.

Dari segi keamanan, Danain bisa dibilang adalah platform P2P Lending teraman, sebab menggunakan emas atau logam mulia sebagai agunan. Jadi, gagal bayar atau keterlambatan bayar tidak jadi bagian dari risiko pendana. Apabila pihak peminjam tidak bisa mengembalikan pinjamannya dalam jangka waktu maksimal empat bulan (sesuai aturan perusahaan pergadaian), PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra pergadaian Danain akan tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan.

Baca juga: Hati-hati, 5 Mitos ini Bikin Anda Enggan untuk Investasi, Jangan Percaya!

Dari segi waktu, investasi di Danain tergolong singkat, maksimal empat bulan. Meski demikian, tak menutup kemungkinan jika pihak peminjam mengembalikan pinjamannya lebih cepat dalam hitungan Minggu bahkan hari. Sementara itu, Danain juga menyediakan fitur auto lending yang dapat memudahkan kamu dalam melakukan pendanaan. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, kamu hanya tinggal menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif Danain, setelah peminjam melunasi pinjamannya. Mantapnya lagi, dana yang kamu punya juga bisa makin berkembang dengan adanya compounding effect.

Butuh modal berapa untuk investasi di Danain?

Semua kalangan pada dasarnya bisa berinvestasi di platform Danain, karena nominal pendanaan yang tersedia sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Kamu bisa melakukan pendanaan setiap hari (Senin-Sabtu), sebab ada puluhan bahkan ratusan emas yang selalu siap untuk didanai.

Nah, untuk bisa menjadi investor di Danain, cobalah untuk batasi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting mulai saat ini. Kamu bisa memulainya dengan mengurangi intensitas nongkrong di tempat-tempat mahal, hingga meminimalisir belanja barang yang sejatinya tidak begitu diperlukan.

Kumpulkanlah sedikit demi sedikit uang yang kamu terima setiap bulan atau setiap hari dari orang tua, kemudian sisihkan untuk dana investasi. Dengan melakukannya secara rutin dan serius, bukan tak mungkin kamu akan meraih kebebasan finansial di masa yang akan datang.