Jika kita tak mengajarkan anak-anak tentang keuangan sejak dini, setidaknya mulai dari taman kanak-kanak hingga mereka remaja, mereka cenderung akan membuat kesalahan finansial yang besar ketika dewasa nanti. Begitu kata miliarder sekaligus penulis buku terkenal Michael Yardney, yang saat ini sudah berusia 67 tahun.

“Bila melihat ke belakang, salah satu penyesalan terbesar saya dalam hal mengasuh anak adalah tidak memprioritaskan literasi keuangan kepada buah hati saya. Agak ironis memang, mengingat seluruh karier saya selalu berhubungan dengan keuangan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Yardney, anak-anaknya sudah dewasa dan mereka telah hidup dengan anak-anaknya sendiri. Meski begitu, jika dirinya bisa kembali ke masa lalu, ada pelajaran penting yang akan ia tanamkan pada anak-anaknya ketika mereka masih muda.

Berikut penjelasan lengkap Yardney, sebagaimana dilansir CNBC.

Ajarkan anak menunggu jika ingin sesuatu

Anak-anak perlu belajar, jika mereka ingin sesuatu, mereka harus menunggu sampai tabungan mereka cukup dan bisa membelinya sendiri.

Masalahnya, banyak orang tua yang selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Mereka kerap memberikan yang diinginkan anak secara instan, tanpa memintanya untuk menunggu.

Baca juga: Warren Buffett Ungkap Kesalahan Terbesar Orang Tua dalam Mendidik Anak tentang Keuangan

Perlu diketahui, kesabaran adalah kunci dalam kondisi ini. Alih-alih membelikan anak mainan seharga Rp 100 ribu secara langsung, akan lebih bijak jika Anda meminta mereka untuk menabung Rp 25 ribu per minggu selama satu bulan. Mereka akan lebih menghargai mainan tersebut jauh lebih besar, sebab mereka bekerja ekstra untuk mendapatkannya.

Latih anak untuk menabung

Ajarkanlah anak untuk menabung sejak dini. Bilang padanya, makin cepat kamu menabung, uang yang dimiliki juga akan cepat bertumbuh. Ketika Anda mendorong anak untuk menabung sedari kecil, kecenderungan anak untuk mengamankan uang di masa depan akan jauh lebih baik.

Ajarkan tentang pendapatan pasif

Tak semua penghasilan sama, ada yang bersifat linier, ada pula yang bersifat pasif.

Penghasilan linier adalah penghasilan yang Anda dapatkan dari pekerjaan tetap, dibayar rutin setiap bulan. Sedangkan penghasilan pasif adalah penghasilan yang didapat secara berulang, meski Anda tak lagi melakukan pekerjaan.

Contoh mudahnya adalah investor properti. Awalnya, mereka bekerja keras, menabung, dan menginvestasikannya. Sekarang, uanglah yang bekerja untuk mereka, melalui pertumbuhan modal atau pembayaran sewa.

Baca juga: Ingin Anak Sukses Seperti Bill Gates? 4 Cara Asuh ini Wajib Anda Lakukan!

Konsep ini bisa diajarkan pada anak dengan cara yang sederhana. Misal: Minta anak untuk mengerjakan sesuatu (mungkin yang sesuai hobi) dan berikan uang setelah ia menyelesaikannya. Bilang padanya, dengan mengerjakan sesuatu di luar tugas pokok, ia bisa mendapat uang lebih untuk menambah tabungan.

Hindari utang

Ketika masih muda, seseorang cenderung berpikir tentang apa yang membuat bahagia hari ini, bukan besok atau 10 tahun mendatang. Faktanya, inilah yang menyebabkan banyak orang terlilit utang kartu kredit, bahkan tak punya tabungan untuk hari tua.

Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita mengajari anak tentang bahaya utang sejak ia masih kecil. Bilang pada anak bahwa utang hari ini akan merampok penghasilan mereka di kemudian hari, sebab mereka telah mengorbankan uang yang sejatinya belum dimiliki.

Baca juga: Ingin Punya Anak Sukses? Wanita ini Berikan Tipsnya!

Keberuntungan diperoleh dari kerja keras 

Banyak dari kita sering mengaitkan kesuksesan orang lain dengan “nasib baik.” Mungkin orang sukses itu “berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat” atau karena mereka “tahu orang yang tepat.”

Akan tetapi, orang yang benar-benar sukses adalah orang-orang yang melakukan usaha keras untuk mencapai puncak bidang atau usaha yang mereka pilih. Jika Anda bisa menemukan sesuatu yang disukai dan mencari nafkah di sana, Anda akan jauh lebih mungkin untuk mencapai hal-hal besar, termasuk kebebasan finansial.

 

Ya, itulah sederet hal tentang keuangan yang perlu diajarkan pada anak sejak dini menurut Yardney. Jangan pernah menundanya, jika ingin masa depan anak terhindar dari masalah finansial.