Pendidikan yang baik adalah salah satu cara untuk meraih kesuksesan. Sudah jadi tugas orang tua untuk mengantarkan anaknya menuju tujuan tersebut. Karenanya, penting bagi orang tua atau bahkan calon orang tua mempersiapkan tabungan pendidikan anak sedini mungkin.

Perlu diingat, biaya pendidikan anak saat ini tak akan sama dengan biaya pendidikan anak di masa yang akan datang. Menurut data yang diperoleh, kenaikan biaya pendidikan bisa mencapai 10%-15% per tahun. Hal tersebut jelas tak seimbang dengan tingkat inflasi tahunan Indonesia yang berkisar di angka 4%.

Faktanya, banyak orang tua di Tanah Air yang masih mengandalkan tabungan atau deposito untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Padahal, langkah tersebut bisa dibilang kurang tepat, mengingat keuntungan yang diberikan oleh tabungan (0-1,7% per tahun) dan deposito (4%-5% per tahun) masih tergolong kecil dibanding kenaikan biaya pendidikan setiap tahunnya. Selain itu, tabungan juga termasuk produk keuangan yang paling rentan tergerus inflasi.

Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua agar dana pendidikan anaknya di masa depan bisa terpenuhi? Jawaban paling tepat adalah dengan berinvestasi.

Pertanyaan selanjutnya, investasi macam apa yang paling tepat untuk menyiapkan dana pendidikan anak? Apakah dengan investasi di real asset (properti), saham, reksa dana, atau P2P Lending?

Real asset

Jika di real asset, harga aset memang diakui terus meningkat setiap tahunnya, bahkan diyakini bisa mengalahkan nilai inflasi. Namun, yang perlu diketahui, investasi jenis tersebut sejatinya tidak cocok untuk dana pendidikan anak. Anda tentu tidak akan dengan mudah menjual rumah untuk membayar sekolah anak.

Saham

Berinvestasi saham untuk dana pendidikan anak juga terbilang kurang tepat. Alasannya, risiko investasi saham sangat tinggi, bunga yang diberikan bersifat fluktuatif, butuh keahlian analisa dan pengalaman untuk menjalankannya, serta tidak ada jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Reksa dana

Persiapkan dana pendidikan anak dengan berinvestasi reksa dana juga kurang cocok. Selain bunga yang diberikan fluktuatif, risiko reksa dana juga cukup tinggi. Investor bisa saja kehilangan kontrol dalam keputusan investasi serta wanprestasi manajer investasi.

P2P Lending

Dari ketiga jenis investasi di atas, investasi di P2P Lending untuk persiapkan dana pendidikan anak adalah yang paling tepat. Investasi P2P Lending sangat mampu mengejar inflasi yang terjadi karena memberikan imbal hasil tinggi. Seperti Danain, misalnya. Imbal hasil yang ditawarkan Danain bisa mencapai 120% per tahun , minimal 8% per tahun.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di P2P Lending, ada baiknya untuk pelajari dengan seksama platform yang akan digunakan. Mulailah dengan mengecek izin usaha dari OJK, hingga ketahui kebijakan perusahaan jika terjadi gagal bayar.

Baca juga: Dukung Program Inklusi Keuangan, Danain Ajak Masyarakat Menabung di P2P Lending!

Oh ya, karena investasi P2P Lending cenderung bersifat jangka pendek, sedangkan dana pendidikan anak bersifat jangka panjang, Anda sebagai investor dianjurkan untuk secara berkelanjutan menginvestasikan kembali imbal hasil yang didapat melalui fitur autobid. Dengan begitu, investasi Anda akan terus berkembang dan keuntungan yang diperoleh pun akan makin banyak.