Hari Ayah atau Father’s Day umumnya dirayakan oleh lebih dari 75 negara di dunia pada hari Minggu di pekan ketiga bulan Juni. Namun, di Indonesia, Hari Ayah tidak dirayakan pada hari tersebut, melainkan setiap tanggal 12 November, yang jatuh tepat hari ini. Hari Ayah Nasional pertama kali dideklarasikan di Solo pada tahun 2006 silam.

Bicara Hari Ayah, kurang lengkap rasanya jika tak membahas sosok-sosok ayah hebat yang rela berjuang demi membahagiakan keluarganya. Meski tak melulu terkait materi alias harta, setidaknya 5 sosok ini sangat menginspirasi karena pengorbanannya yang luar biasa.

Berikut 5 sosok ayah hebat yang rela berjuang keras untuk anaknya.

Gendong anak sejauh 28 km tiap hari untuk mengantar sekolah

Sumber: dailymail.co.uk

Sosok ayah hebat yang pertama datang dari Negeri Tirai Bambu, Cina. Namanya Yu Xukang. Putranya mengalami kelumpuhan sejak lahir, sehingga ia harus mendampinginya saat berpergian. Setiap hari, Yu harus menggendong putranya sejauh 28 kilometer untuk berangkat ke sekolah. Yu mengatakan, tiap pagi ia harus bangun pukul 5 dan menyiapkan bekal untuk makan siang sang buah hati.

Sebenarnya, Yu sudah mendaftarkan anaknya di sekolah regular desa. Tapi, sekolah tersebut menolak, lantaran putranya dianggap tidak mampu secara fisik dan mental. Sekolah yang menerima anaknya lataknya sangat jauh. Meski begitu, Yu tetap bertekad untuk menyekolahkan anaknya, agar bisa mendapatkan masa depan yang lebih cerah. Demikian dilansir Daily Mail.

“Anak saya memang lumpuh. Tapi, otak dan pikirannya normal seperti anak-anak lainnya. Jadi, tidak ada alasan untuk dia tidak sekolah, meski saya harus menggendongnya berpuluh-puluh kilometer,” ujarnya.

Penarik becak yang punya anak kuliah di Inggris

Sumber: Tribun News

Mugiyono, pria paruh baya asal Kendal tak pernah menyangka jika putri tercintanya, Raeni,  bisa mengenyam pendidikan di luar negeri. Padahal, ia hanya penarik becak yang penghasilannya tak seberapa. Ketika Raeni lulus SMA, Mugiyono mungkin bisa sedikit lega karena putrinya tersebut menerima beasiswa di Universitas Negeri Semarang. Namun, masalah muncul saat Raeni butuh laptop untuk menunjang kuliahnya. Tak ingin anaknya kecewa, Mugiyono pun berutang pada kerabatnya.

Untuk melunasi utang dan biaya hidup Raeni di Semarang, Mugiyono menggunakan uang pesangon yang ia dapat setelah memutuskan berhenti kerja sebagai petugas jaga di PT Kayu Lapis Kaliwungu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mugiyono pun menjadi penarik becak saat siang dan menjaga sekolah pada malam hari.

Perjuangan dan pengorbanan Mugiyono ternyata tidak sia-sia. Raeni berhasil lulus dengan predikat cumlaude di universitas tersebut. Yang lebih membanggakan, Raeni juga mendapatkan beasiswa S2 di University of Birmingham, Inggris, dan telah lulus pada Desember 2016 lalu. Kabar terbaru, ia akan menempuh pendidikan S3 di universitas yang sama.

Seorang kuli panggul yang berhasil kuliahkan anaknya hingga sarjana

Sumber: Tribun Medan

Kisah sosok ayah hebat selanjutnya datang dari Filipina. Cerita bermula ketika seorang wanita bernama Mailyn Esquelito Akoy membagikan kisahnya di medial sosial. Dalam unggahannya tersebut, Akoy

menceritakan bahwa ayahnya yang seorang kuli panggul sukses menguliahkannya hingga sarjana.

“Ayahku seorang porter. Setiap beban yang ia pikul menghasilkan uang untukku. Semua kesulitan yang dilaluinya telah menginspirasiku untuk meningkatkan pembelajaran,” ungkap Akoy.

Akoy juga mengaku, perjuangan ayahnya tak hanya sekadar membiayai kuliahnya. Kata Akoy, rumahnya pernah terbakar dan kakak laki-lakinya meninggal setelah jatuh sakit. Keluarganya tak punya biaya untuk membawa sang kakak ke rumah sakit.

Terlepas dari semua itu, sang ayah tetap berpikir positif dan bekerja keras untuk memastikan Akoy menyelesaikan studinya. Kini, Akoy telah meraih gelar sarjana dan menjadi seorang wanita sukses di negerinya.

Rela makan mie instan selama 7 tahun agar sang putri bisa sekolah senam

Sumber: Tribun Style

Seorang pria bernama Hou Yanwei rela melakukan apapun agar putri kesayangannya bisa bahagia. Pria yang berprofesi sebagai tukang sapu tersebut bahkan rela makan mie instan dan roti kukus selama tujuh tahun untuk mewujudkan mimpi sang anak menjadi seorang pesenam.

Hou mengatakan, putrinya mulai jatuh cinta dengan senam sejak usia empat tahun. Ia pun berusaha semaksimal mungkin untuk memasukkan anaknya ke Insititut Pendidikan Jasmani Wuhan. Karena biaya sekolah di sana cukup mahal, Hou pun harus memangkas pengeluaran makannya setiap hari.

“Aku tak mungkin memberi anakku kehidupan seperti keluarga kaya. Tapi aku bersedia menderita untuk membayar pendidikan terbaiknya,” pungkas Hou.

Selama bekerja keras, Hou mengaku bahwa dirinya seringkali berpikir untuk menyerah. Namun, ia percaya bahwa pengorbanan yang dilakukan akan memberikan putrinya kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Tukang angkut semen gendong anaknya saat bekerja

Sumber: Tribun Medan

Sosok ayah hebat berikutnya datang dari Vietnam. Dilansir viral4real, pria yang tak disebutkan identitasnya tersebut berprofesi sebagai pengangkut semen. Sang pria selalu mengendong anaknya yang masih kecil setiap kali ia bekerja. Kabarnya, ia merupakan orang tua tunggal, sebab sang ibu pergi entah ke mana.

Dalam foto yang beredar, sang pria terlihat tengah merapikan karung-karung semen sembari menggendong anaknya. Seolah tak kenal lelah, pria tersebut mengaku bahwa ia melakukan itu demi memenuhi kebutuhan hidup anak tercintanya.

“Ini saya lakukan agar bisa melanjutkan hidup bersama anak saya. Saya pun harus membeli susunya setiap hari,” terangnya.

Sebenarnya, masih banyak kisah-kisah perjuangan seorang ayah yang menginspirasi di dunia ini. Tapi, 5 sosok tadi setidaknya bisa jadi gambaran betapa hebatnya pengorbanan mereka demi keluarga.

Nah, sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, sudah sepantasnya Anda memberikan yang terbaik untuk keluarga tercinta, termasuk dalam hal pendidikan anak. Ingat, pendidikan yang baik punya peran penting dalam menentukan sukses-tidaknya anak di masa yang akan datang.

Karena itu, penting bagi Anda untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin. Caranya, baca: Jangan Menabung, Ini Cara Paling Mujarab untuk Persiapkan Dana Pendidikan Anak yang Makin Mahal di Masa Depan!