Apakah Anda termasuk orang yang gemar menabung dan menggunakan fasilitas ATM? Jika ya, jangan heran bila kebiasaan Anda tersebut bisa memicu perilaku hidup boros! Kenapa demikian?

Anda mungkin pernah merasa, sulit sekali mengumpulkan uang dengan cara menabung. Kadang kala, saldo tabungan rasa-rasanya tidak mengalami penambahan yang signifikan, padahal sudah menabung selama bertahun-tahun. Di sisi lain, ada pula orang yang kerap beranggapan jika tabungannya seringkali cepat habis, sedangkan pada saat yang bersamaan banyak kebutuhan yang perlu dipersiapkan, seperti untuk membeli rumah, mobil, perjalanan ibadah keagamaan, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui, semua itu bisa terjadi lantaran masyarakat saat ini semakin mudah dalam mengakses dan menggunakan layanan perbankan. Salah satunya sebut saja faktor penggunaan kartu ATM. Dengan adanya kartu tersebut, Anda bisa dengan mudah menarik uang kapan pun dan di mana pun sesuai keinginan. Selain itu, hadirnya fasilitas e-banking juga makin memudahkan Anda untuk melakukan transfer ke berbagai rekening dan belanja secara online. Secara umum, hal-hal seperti itulah yang tanpa disadari bisa memicu perilaku hidup konsumtif. Meskipun pada akhirnya, boros atau tidaknya seseorang itu kembali lagi pada perilaku masing-masing individunya.

atm_membuat_gaya_hidup_boros

Bicara menabung, ada fakta menarik yang perlu Anda tahu. Banyak kaum hawa, terutama ibu-ibu, lebih tertarik mengumpulkan uang dengan cara arisan ketimbang menabung. Mereka beranggapan, tabungan bisa diambil kapanpun, sementara uang arisan hanya bisa didapat ketika nama si peserta keluar dalam sesi pengocokan. Peserta arisan yang berniat mengumpulkan uang biasanya akan meminta namanya dikeluarkan pada akhir sesi.

Menabung atau ikut arisan sebenarnya sah-sah saja untuk dilakukan. Tapi, yang perlu dipahami, dua cara tersebut akan membuat uang Anda tergerus oleh inflasi. Sebagai informasi, rata-rata inflasi di Indonesia berada di angka 4% setiap tahunnya, sedangkan keuntungan yang diberikan tabungan hanya berkisar antara 0-1,7% per tahun dan arisan tidak menambah nilai uang Anda sama sekali.

Jika menabung dan arisan kurang tepat untuk mengumpulkan uang, lalu cara apa yang paling tepat?

Saat ini, ada sebuah platform yang memungkinkan Anda untuk mengumpulkan sekaligus mengembangkan uang secara efektif. Platform tersebut juga bisa mengalahkan inflasi yang terus menggerogoti nilai uang Anda.

Penasaran dengan platform yang dimaksud? Platform tersebut adalah Peer to Peer (P2P) Lending.

P2P Lending merupakan aktivitas pinjam-meminjam uang antarperseorangan. Perusahaan P2P Lending akan mempertemukan orang yang butuh pinjaman dengan orang yang memberi pinjaman dalam platform berbasis teknologi inovatif. Di sini, posisi Anda adalah sebagai pihak pemberi pinjaman.

Di era digital seperti sekarang, mengembangkan dana di sektor P2P Lending bisa jadi pilihan terbaik. Selain mudah untuk dilakukan, P2P Lending juga memberikan keuntungan yang lebih besar dibanding tabungan bahkan deposito.

Dari sekian banyak platform P2P Lending yang tersedia, Anda bisa menggunakan platform Danain yang benar-benar fokus pada sisi lender alias pendana dalam skema bisnisnya. Danain merupakan P2P Lending pertama beragunan di negeri ini yang sudah terdaftar di OJK. Pihak peminjam diharuskan menyerahkan agunan berupa emas atau logam mulia kepada PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra.

Sebagai pihak pendana, Anda bisa melakukan deposit di akun Danain yang sebelumnya telah dibuat. Untuk melakukan pendanaan, Anda bisa masuk ke menu list pendanaan dan memilih emas yang sesuai keinginan. Setelah berhasil mendanai, Anda tinggal tunggu pihak peminjam mengembalikan pinjamannya. Secara otomatis, imbal hasil dan pokok dana akan masuk ke dalam rekening aktif Danain Anda.

Imbal hasil yang ditawarkan Danain sangat menggiurkan, di mana bisa mencapai 120% per tahun, minimal 8% per tahun. Tenor investasi di Danain juga tergolong singkat, maksimal empat bulan. Jika peminjam tidak melunasi pinjamannya, PT MAS akan tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan.

Untuk mendukung komitmen Anda dalam mengumpulkan uang, Danain menyediakan fitur autobid yang bisa digunakan. Fitur tersebut akan membuat dana Anda ‘bekerja’ secara otomatis. Anda hanya tinggal menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif, setelah pinjaman dilunasi.

Keuntungan lain yang bisa didapat dari berinvestasi di Danain adalah adanya compounding effect alias ‘bunga-berbunga’ atau ‘bunga bergulung’. Bunga yang diperoleh dari hasil investasi akan diinvestasikan kembali, sehingga bunga yang dihasilkan akan menghasilkan bunga lagi. Begitu seterusnya hingga dana berkembang secara maksimal.

Berikut contoh perbandingan antara menabung dengan mengembangkan dana di Danain:

Misal, Anda menabungkan uang sebesar Rp 1.000.000 tiap bulan selama 2 tahun. Dengan bunga 1,7% (maksimal) yang diberikan, total tabungan Anda akan meningkat jadi Rp 24.429.652, belum termasuk biaya admin.

Sementara di Danain, dengan nominal setoran yang sama, keuntungan yang Anda peroleh akan lebih besar dari itu. Anggaplah pakai angka imbal hasil yang terkecil, yakni 8%. Dalam dua tahun, total investasi Anda akan meningkat jadi Rp 26.106.078, bahkan bisa lebih besar jika perputaran investasi Anda semakin cepat. Hasil maksimal bisa menyentuh angka Rp 97.347.059 dengan bunga maksimal 120%.

Cukup jauh kan selisihnya? Karena itu, mulailah untuk lebih bijak dalam memilih instrumen keuangan dalam rangka mengumpulkan uang. Jangan sampai keputusan menabung Anda malah merugikan karena pengaruh dari inflasi.

Bagaimana, siap mengumpulkan sekaligus mengembangkan uang di Danain?