Tiap pasangan tentu saja menginginkan kehadiran anak dalam rumah tangganya. Kehadiran si buah hati tersebut tak ayal akan membuat keluarga jadi lebih lengkap dan berwarna. Satu hal yang pasti, anak merupakan anugerah Tuhan yang tak boleh disia-siakan.

Belakangan ini, muncul fenomena unik terkait kehamilan dan kelahiran di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Di antaranya sebut saja mengumumkan kabar kehamilan istri dengan mengunggah gambar test pack ke media sosial, menjalani maternity shoot, dokumentasi proses persalinan, hingga melakoni sesi foto baby newborn. Ya, semua itu dilakukan semata-mata untuk menunjukkan rasa syukur atas karunia Tuhan dan untuk kenang-kenangan di masa yang akan datang.

Membayangkan punya anak lucu dan menggemaskan adalah impian setiap pasangan. Sayangnya, hal tersebut berbanding terbalik dengan proses yang harus Anda lalui saat istri menjalani masa kehamilan. Sebagai kepala keluarga, Anda tentu harus mempersiapkan biaya persalinan yang makin mahal dan segala tetek-bengeknya.

Biaya persalinan pada intinya akan berbeda satu sama lain, tergantung di mana Anda memilih rumah sakit dan fasilitas apa yang Anda gunakan. Karena itu, sudah seharusnya Anda mempersiapkan biaya tersebut jauh-jauh hari untuk meminimalisir risiko berutang saat waktunya tiba.

Menurut data yang diperoleh dari berbagai sumber, rata-rata biaya persalinan di rumah sakit swasta di Jakarta berkisar di angka 5-20 juta rupiah untuk persalinan normal. Sedangkan untuk persalinan caesar ada di kisaran 20-50 juta rupiah. Angka tersebut belum termasuk biaya pengecekan rutin ke dokter selama masa kehamilan, USG, vitamin, dan lain-lain. Mengingat pengaruh inflasi Indonesia yang berada di kisaran 4% tiap tahunnya, jumlah itu juga akan ikut meningkat dalam 2 atau 3 tahun ke depan.

Biaya yang Anda keluarkan mungkin saja akan makin membengkak jika ternyata saat lahir bayi Anda mengalami masalah kesehatan yang cukup serius, sehingga perlu dirawat secara intensif. Kondisi tersebut tentu saja akan memusingkan Anda.

Terkait persalinan, ada satu hal penting yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, Anda tak bisa menentukan bahwa istri harus melahirkan secara normal atau tidak. Kenapa? Sebab kondisi istri Anda bisa saja berubah sewaktu-waktu. Mungkin sang istri mengalami sakit yang tidak memungkinkan untuk mengejan, wasir parah, atau panggul sempit, sehingga dokter menyarankan untuk melakukan persalinan secara caesar. Maka dari itu, sekalipun Anda dan istri sudah menentukan ingin melahirkan secara normal, ada baiknya biaya yang dipersiapkan adalah biaya untuk kelahiran caesar sebagai langkah antisipasi. Toh, jika ternyata pada akhirnya istri Anda melahirkan normal, Anda punya simpanan untuk memenuhi kebutuhan lain pasca melahirkan.

Di Indonesia, banyak sekali kasus mengenaskan akibat ketiadaan biaya untuk persalinan. Sebut saja seorang ibu yang meninggal dunia karena tak bisa ke rumah sakit saat melahirkan, bayi yang tak bisa keluar dari rumah sakit karena orang tua tak punya uang untuk bayar biaya persalinan, hingga bayi yang dibuang lantaran orang tuanya tak punya biaya untuk merawat. Selain itu, ada pula pasangan yang harus meminjam uang pada orang lain untuk biaya persalinan. Miris memang jika menyaksikan hal seperti itu di sekeliling kita.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan biaya persalinan? Waktu yang ideal adalah satu bulan setelah pernikahan dihelat. Jangan pernah berpikir jika waktu tersebut terlalu dini, sebab semakin cepat dipersiapkan, maka semakin ringan pula beban Anda di kemudian hari.

Banyak pasangan di Indonesia yang terbiasa mempersiapkan biaya persalinan dengan cara menabung. Padahal, cara tersebut bisa dibilang kurang efektif. Tabungan merupakan instrumen keuangan yang sangat rentan tergerus inflasi. Selain itu, tabungan juga hanya memberikan bunga sebesar 0-1,7 persen tiap tahunnya, belum termasuk biaya admin. Jika dihitung-hitung, nilai uang Anda sebenarnya tidak mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Lantas, cara apa yang paling tepat? Anda bisa mencoba mengembangkan dana di sektor Peer to Peer (P2P) Lending.

Secara garis besar, P2P Lending merupakan aktivitas pinjam-meminjam uang antarperseorangan. Perusahaan P2P Lending akan mempertemukan orang yang butuh pinjaman dengan orang yang memberi pinjaman dalam platform berbasis teknologi inovatif. Di sini, karena posisi Anda mengembangkan dana, maka Anda akan berperan sebagai pendana atau investor.

Anda bisa mencoba platform Danain untuk mengembangkan dana dengan aman, mudah, dan menguntungkan. Perlu Anda tahu, Danain merupakan platform P2P Lending pertama beragunan di Indonesia. Danain mengharuskan pihak peminjam menyerahkan agunan emas atau logam mulia kepada PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra. Kalau peminjam tak bisa melunasi pinjaman dalam waktu empat bulan (tenor maksimal), PT MAS tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan.

Danain juga memberikan imbal hasil yang menggiurkan, di mana bisa mencapai 120% per tahun, minimal 8% per tahun. Untuk memudahkan proses pengembangan dana, Anda bisa memanfaatkan fitur autobid yang tersedia. Fitur tersebut akan membuat dana Anda ‘bekerja’ secara otomatis. Anda hanya tinggal menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif, setelah pinjaman dilunasi.

Dana Anda juga akan makin berkembang berkat adanya compounding effect alias ‘bunga-berbunga’ atau ‘bunga bergulung’. Bunga yang diperoleh dari hasil investasi akan diinvestasikan kembali, sehingga bunga yang dihasilkan akan menghasilkan bunga lagi. Begitu seterusnya hingga dana berkembang secara maksimal.

Untuk mempersiapkan biaya persalinan caesar, Anda bisa mulai menyisihkan uang sekitar Rp 2.000.000  tiap bulan selama setahun. Jumlah tersebut bisa dari uang Anda sendiri atau urunan dengan istri. Sesuaikan dengan kemampuan Anda dan keputusan yang telah disepakati.

Di tabungan, jika Anda menabungkan uang Rp 2.000.000 selama setahun dengan bunga 1,7%, total tabunganmu akan mencapai Rp 24.222.152 (belum termasuk biaya admin).

Sementara di Danain, keuntungan yang kamu dapat lebih besar daripada itu. Anggaplah pakai angka imbal hasil yang tekecil, yakni 8%. Dalam setahun, total investasi Anda akan meningkat jadi Rp 25.065.851 bahkan bisa lebih besar dari itu jika perputaran investasi Anda semakin cepat. Hasil terbesarnya bisa menyentuh angka Rp 47.045.424 dengan bunga maksimal 120%.

Bagaimana, sudah terbayang kan keuntungan apa saja yang bisa didapat dengan investasi di Danain? Nah, mulai saat ini, segeralah berkomitmen dengan pasangan untuk mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting setiap bulannya. Alokasikan dana yang telah disisihkan untuk mengembangkan dana di Danain dan fokuslah hingga jangka waktu yang telah ditetukan. Dengan menerapkan pola tersebut, kehadiran si buah hati pun akan jadi lebih lancar dan membahagiakan.

Siap untuk menimang si kecil?